TEBO — Kabar keterlibatan seorang pengusaha asal Tebo, Jambi, Dwi Hartono, dalam kasus penculikan dan pembunuhan seorang Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN di Jakarta, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Dwi dikenal sebagai sosok dermawan yang bahkan sempat digadang-gadang bakal maju menjadi Bupati Tebo.
Baca Juga : Operasional KRL Rangkasbitung Kembali Normal Usai Sempat Terganggu Aksi Massa
Terungkapnya dugaan peran Dwi Hartono sebagai “otak” di balik kejahatan ini membuat warga Desa Tirta Kencana, tempat Dwi berasal, tak percaya. Jay Saragih, salah satu warga, mengatakan bahwa Dwi adalah sosok yang sangat dikenal baik oleh masyarakat setempat. Ia sering memberikan bantuan untuk berbagai kegiatan dan acara desa.
Sempat Dikira Calon Bupati, Lalu Menghilang
Menurut Jay, Dwi sempat memiliki niat kuat untuk maju sebagai calon Bupati Tebo pada Pilkada 2024 lalu. Berkat kedermawanannya, banyak warga yang berharap Dwi bisa memimpin Tebo.
“Warga memang sebenarnya dulu itu berharap dia maju jadi bupati, bukan wakil, kan dia dikenal sebagai dermawan di sini,” tutur Jay.
Namun, ambisi politik itu tiba-tiba sirna. Dwi tidak pernah muncul lagi menjelang pilkada, dan Jay tidak tahu pasti alasan di balik mundurnya Dwi dari pencalonan.
Dermawan dan Punya Gaya Hidup Mewah
Selain dikenal dermawan, Dwi juga dikenal kerap mengundang artis ibu kota untuk acara-acara yang ia selenggarakan. Ia bahkan pernah mengadakan pengajian akbar yang menghadirkan Ustaz Zacky. Aksi paling mencolok adalah saat Dwi pulang kampung ke Rimbo Bujang menggunakan helikopter pribadi, hal yang tentu saja membuat heboh warga setempat.
“Orang sini masih kontak-kontak dia, walaupun dia jauh. Orangnya dermawan sering support organisasi dan kegiatan desa,” kata Jay.
Wajar jika kabar penangkapan Dwi ini membuat warga terkejut. “Ya respons kita terkejut. Kok bisa terjadi (pelaku) pembunuhan gitu,” ujar Jay, mencerminkan ketidakpercayaan warga terhadap Dwi yang selama ini dikenal sebagai figur publik yang positif.
Peran Dwi Hartono dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan
Sementara itu, pihak kepolisian telah membenarkan peran Dwi Hartono. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyatakan bahwa Dwi Hartono, yang berinisial DH, adalah salah satu dari empat aktor intelektual atau otak di balik penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (37), Kacab Bank BUMN di Jakarta.
Korban diculik pada Rabu (20/8) malam dan ditemukan tewas keesokan harinya di Bekasi. Dwi Hartono, bersama dua tersangka lain, YJ dan AA, ditangkap di Solo, Jawa Tengah pada 23 Agustus. Sementara tersangka C ditangkap di kawasan PIK, Jakarta Utara.
Di akun Instagram pribadinya @klanhartono, Dwi Hartono mencantumkan beragam bisnis yang ia jalani, mulai dari properti, perkebunan, trading, hingga bimbingan belajar online. Profesi terakhir inilah yang dibenarkan oleh Kombes Ade Ary.
“Benar, DH adalah seorang pengusaha bimbel online,” tegasnya. Polisi masih terus mendalami motif dan peran Dwi Hartono serta tersangka lainnya dalam kasus ini.