Dampak Aksi Massa di Jakarta: Kadin DKI Jakarta Soroti Ancaman Terhadap Perekonomian
Politik

Dampak Aksi Massa di Jakarta: Kadin DKI Jakarta Soroti Ancaman Terhadap Perekonomian

Aksi massa yang berlanjut di Jakarta sejak Kamis (28/8) menimbulkan kekhawatiran serius bagi sektor bisnis dan perekonomian. Demonstrasi yang menentang tunjangan anggota DPR yang dianggap fantastis ini memanas setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meninggal dunia akibat dilindas oleh kendaraan taktis Brimob.

Baca Juga : Awas, Jangan Sampai Melanggar Aturan Penerbangan! Penumpang Ini Mengamuk dan Memukul Pramugari

Sebagai respons atas situasi yang kian tegang, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi, meminta agar aksi massa tidak berlarut-larut. Menurutnya, situasi ini berpotensi mengganggu aktivitas usaha secara luas dan memberikan dampak negatif terhadap ekonomi nasional.

Kerugian Bisnis dan Ekonomi
Diana Dewi mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak tempat usaha dan mal memilih tutup untuk menghindari aksi anarkis. Ia juga mencatat adanya surat edaran dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta yang menganjurkan perusahaan untuk menerapkan Work From Home (WFH) bagi karyawannya.

“Jika berlarut-larut, kondisi ini jelas akan sangat berdampak pada perekonomian nasional,” ujarnya. “Banyak tempat usaha yang tutup karena khawatir terjadi anarki. Hari ini, Pemprov DKI juga sudah merilis surat edaran WFH.”

Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana situasi ini memaksa penundaan berbagai pertemuan bisnis yang penting, mengganggu alur kerja dan operasional perusahaan.

Menjaga Stabilitas dan Citra Bangsa
Lebih lanjut, Diana Dewi menyesalkan adanya elemen anarkis dalam aksi demonstrasi yang merusak fasilitas publik. “Aksi massa ini sudah tidak jelas dan cenderung menyerang fasilitas umum,” katanya. Ia menekankan bahwa demonstrasi yang anarkis tidak hanya merugikan perekonomian, tetapi juga merusak citra bangsa di mata internasional.

Melihat kondisi ini, Kadin DKI Jakarta berharap pemerintah dapat bertindak cepat dan komprehensif untuk menenangkan massa dan mencegah meluasnya kerusuhan. Prioritas utama adalah menjaga objek vital negara dan tempat-tempat publik lainnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pilihan yang Sulit: Menutup Usaha
Menurut Diana, keputusan pengusaha untuk menutup sementara operasional adalah langkah yang tepat demi keselamatan. “Pilihan untuk sementara menutup usaha sudah tepat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. “Ini setidaknya memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.”

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak tentang dampak ekonomi dari demonstrasi di kota-kota besar lainnya?

Anda mungkin juga suka...